
Magelang, Jum’at 12 Desember 2025, bertempat di Hotel Atria Magelang dalam kegiatan BIMTEK, Partai Kebangkitan Bangsa dalam sesi pertama menggebrak materi “Mitigasi bencana dan kesiapsiagaan kader PKB dalam penanganan bencana alam”. Hal ini penting, karena LPB (Lembaga Penanggulangan Bencana) DPW PKB Jawa Tengah, yang ber SK sejak 15 Maret 2025, terus berbenah dan mengakar dengan membentuk LPB DPC PKB Se- Kabupaten di Jawa Tengah.
Kegiatan ini diikuti oleh semua Fraksi PKB DPRD Kabupaten dan Provinsi se-Jawa Tengah, dengan menghadirkan Kepala BPBD dan Ketua LPB DPW PKB Jateng, dan hadir pula pak Sukirman, Sekwil DPW PKB Jateng sekaligus wakil Bupati Kabupaten Pekalongan. Demikian juga perwakilan DPP PKB yang memberikan arahan dan membangkitkan semangat segenap kader yang hadir.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Jawa Tengah, yaitu Pak Bergas, menekankan pentingnya kewaspadaan sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG yang sewaktu-waktu bisa terjadi di pulau Jawa. Pemateri berikutnya adalah bapak Sugiarto, selaku ketua LPB DPW PKB Jawa Tengah menyatakan bahwa LPB DPC PKB sudah terbentuk di 35 kabupaten/kota, dan segera menggelar rakor kesiapsiagaan Jateng dan kepedulian tanggap bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Beliau menyatakan sejak Maret, LPB DPW JATENG sudah turun di Kabupaten Grobogan dengan jebolnya tanggul sungai Gubug, turun ke Kendal, Pati, Bencana Longsor di Banjarnegara dan Cilacap. “Selaku Badan Otonom kita akan selalu tanggap dan sigap untuk membantu bencana dimanapun di Jawa Tengah dan Nasional, untuk itu koordinasi dan turba ke kabupaten-kabupaten akan kita kerjakan mulai hari ini, pungkas beliau.”
Menurut pak Sugiarto, terkait dengan managemen resiko bencana, LPB DPW PKB Jateng akan fokus pada tiga hal yang pertama Mitigasi dan kesiapsiagaan, meliputi mengurangi risiko bencana dengan edukasi, pemetaan dan penghijauan. Kedua Saat bencana / tanggap darurat, meliputi bantuan logistik dan penanganan krisis. Ketiga adalah penanganan Pasca Bencana, fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi jalan, rumah terdampak bencana dan tempat ibadah.
Dalam pelaksanaannya, sinergisitas internal PKB, yaitu antara pengurus partai di semua tingkatan, dengan melibatkan Fraksi dan unsur pimpinan, demikian juga Pengurus LPB DPP,DPW dan DPC harus kompak dan bergotong-royong, juga koordinasi lintas banom dan kader-kader muda. Sementara dari sisi Eksternal antara stakeholder, BPBD, Dinsos, Lembaga Sosial, Akademisi dan Ormas Kepemudaan di semua tingkatan harus bersinergi untuk kemanusiaan. Tentunya juga harus mendukung terwujudnya Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) dan Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB) agar strategi jangka panjang bisa terwujud dan berkoordinasi dengan baik demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Acara diskusi kemudian ditutup dengan penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Semoga kepedulian ini bisa membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami bencana dan tentunya kita berdo’a agar bencana ini berakhir dan mari introsfeksi diri atas kejadian ini, sesi pertamapun berakhir.








